Punya pertanyaan seputar kanker ?

Bergabung dengan forum kami

MENU

Home > Panduan Nutrisi >

Jangan Takut, Periksakan Diri Anda

Jangan Takut, Periksakan Diri Anda

Kanker serviks termasuk salah satu kanker yang menjadi momok bagi wanita. Kanker ini dijumpai pada serviks (leher rahim) yang menghubungkan bagian atas rahim dengan vagina (jalan lahir). Semua wanita berisiko untuk mengalami kanker serviks dan sebagian besar kanker ini dijumpai pada wanita berusia di atas 30 tahun. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, HPV (human papillomavirus) merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual.

Kanker serviks tidak menunjukkan tanda dan gejala pada stadium awal. Gejala akan dijumpai jika kanker serviks mulai menyusup ke jaringan di sekitarnya. Tanda dan gejala dari kanker serviks adalah perdarahan abnormal dari vagina, perdarahan dari vagina setelah menopause, perdarahan dari vagina setelah berhubungan seksual, keluarnya cairan dari vagina, dan nyeri saat berhubungan seksual.

Kanker serviks termasuk kanker yang dapat dicegah karena telah tersedia pemeriksaan skrining dan vaksin untuk mencegah infeksi HPV. Jika kanker serviks ditemukan lebih awal, pasien dapat diberikan terapi yang sesuai dan dikaitkan dengan harapan hidup lebih panjang dan kualitas hidup lebih baik. Ada 3 pemeriksaan skrining yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menemukan kanker serviks lebih dini. Yang pertama adalah pemeriksaan HPV untuk mencari adanya HPV yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan pada sel serviks. Yang kedua adalah pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (VIA: visual inspection with acetic acid) untuk mencari adanya perubahan sel-sel serviks yang dapat menjadi kanker serviks. Yang ketiga adalah pemeriksaan Pap (atau dikenal juga dengan Papsmear) dan liquid-based cytology (LBC) untuk mencari adanya perubahan sel-sel serviks yang dapat menjadi kanker serviks. Pemeriksaan skrining dianjurkan dimulai pada usia 30 tahun atau setelah kontak seksual dan kemudian secara berkala tergantung pemeriksaan yang dilakukan.

Pemeriksaan VIA dilakukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan mengoleskan asam asetat (cuka) 3-5% pada serviks dan kemudian diamati perubahannya di mana lesi pra-kanker dapat terdeteksi jika terlihat bercak putih pada serviks. Pemeriksaan ini juga tidak membutuhkan biaya yang mahal, tidak rumit, dan dapat dilakukan oleh bidan dan perawat terlatih. Hasil pemeriksaan dapat diketahui segera, jika terdeteksi adanya lesi, dapat diarahkan untuk pengobatan selanjutnya. 

Pada pemeriksaan Papsmear, dokter akan menggunakan peralatan dari plastik atau logam yang disebut dengan spekulum untuk membuka vagina. Hal ini membantu dokter dalam melakukan pemeriksaan vagina dan serviks serta mengumpulkan sel-sel dan mukus dari serviks dan area di sekitarnya dengan menggunakan spatula. Sampel diletakkan pada kaca preparat dan dikirimkan ke laboratorium. 

Sedikit berbeda dengan Papsmear, pada pemeriksaan LBC, sampel dikumpulkan dengan cara yang sama, tetapi menggunakan peralatan seperti sikat (bukan spatula). Bagian atas dari peralatan dimasukkan ke dalam wadah berisi cairan sehingga sebagian besar dari sel-sel serviks dipertahankan. Sampel dikirimkan ke laboratorium dan dilakukan pemisahan dari sel-sel debris. Lapisan tipis sel-sel serviks diletakkan pada kaca preparat.

Metode LBC ini memiliki kelebihan seperti perbaikan dalam cara persiapan kaca preparat sehingga menghasilkan sampel yang lebih homogen dibandingkan Papsmear (hal ini membuat kaca preparat lebih mudah dibaca), peningkatan sensitivitas dan spesifisitas, penurunan angka ketidakpuasan, dan ketersediaan residu sampel untuk pemeriksaan HPV.

Pemeriksaan HPV dilakukan untuk mendeteksi adanya DNA (materi genetik) HPV risiko tinggi. Prosedur awal untuk pemeriksaan ini sama dengan prosedur untuk pemeriksaan Papsmear di mana dokter akan mengumpulkan sel-sel dari serviks menggunakan peralatan seperti spatula atau jika menggunakan metode LBC, peralatan yang digunakan adalah seperti sikat. Setelah sampel dikumpulkan, akan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa adalah ada DNA dari HPV risiko tinggi atau tidak. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ditemukan HPV yang dikaitkan dengan perubahan pra-kanker di serviks atau kanker serviks. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan positif, artinya ditemukan HPV yang dikaitkan dengan perubahan pra-kanker di serviks atau kanker serviks. Jika hasil positif, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti kolposkopi, biopsi, atau lainnya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan bersama Papsmear (dikenal juga dengan Pap/HPV cotest) pada wanita usia 30 tahun atau lebih setiap 5 tahun.

Dengan melakukan pemeriksaan skrining, diharapkan angka kejadian kanker serviks dapat diturunkan sehingga kematian akibat kanker ini juga dapat menurun. Untuk mengetahui pemeriksaan yang akan dilakukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Referensi:

  1. Human papilloma virus (HPV) and cervical cancer. WHO [Internet]. 2019 Jan 24 [cited 2019 June 28]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/human-papillomavirus-(hpv)-and-cervical-cancer
  1. Juanda D, Kesuma H. Pemeriksaan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk pencegahan kanker serviks. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2015;2(2):169-74.
  2. Ardahan M, Temel AB. Visual inspection with acetic acid in cervical cancer screening. Cancer Nursing 2011;34(2):158-63.
  3. Singh VB, Gupta N, Nijhawan R, Srinivasan R, Suri V, Rajwanshi A. Liquid-based cytology versus conventional cytology for evaluation of cervical Pap smears: Experience from the first 1000 split samples. Indian J Pathol Microbiol. 2015;58: 17-21.
  4. Guidance on the use of liquid-based cytology for cervical screening. NICE [Internet]. 2003 Oct 22 [cited 2019 June 28]. Available from: https://www.nice.org.uk/guidance/ta69/chapter/3-The-technology
  5. HPV dan HPV testing. American Cancer Society [Internet]. 2019 Feb 18 [cited 2019 June 28]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/infectious-agents/hpv/hpv-and-hpv-testing.html
  6. Human papillomavirus (HPV) test. Canadian Cancer Society [Internet]. 2021 [cited 2021 Jan 12]. Available from: https://www.cancer.ca/en/cancer-information/diagnosis-and-treatment/tests-and-procedures/hpv-test/?region=on
  7. Cervical cancer screening (PDQ®)-Patient version. National Cancer Institute [Internet]. 2020 Sept 18 [cited 2021 Jan 12]. Available from: https://www.cancer.gov/types/cervical/patient/cervical-screening-pdq

Berita ICCC Terbaru

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL