Pankreas adalah organ kelenjar yang berada di belakang lambung. Bentuk pankreas sedikit menyerupai ikan dengan bagian kepala lebar, tubuh yang lonjong, dan ekor yang menyempit runcing. Bagian kepala dari pankreas berada di sebelah kanan perut pada pertemuan lambung dan usus 12 jari, bagian tubuh dari pankreas berada di belakang lambung, dan bagian ekor dari pankreas berada di sebelah kiri perut berdekatan dengan organ limpa. Pada orang dewasa, pankreas memiliki panjang sekitar 15 cm tetapi lebarnya kurang dari 5 cm.
Sekitar 95% dari organ pankreas adalah jaringan eksokrin, maksudnya adalah pankreas menghasilkan enzim-enzim (seperti tripsin dan kemotripsin untuk mencerna protein, amilase untuk memecah karbohidrat, dan lipase untuk memecah lemak) yang dilepaskan menuju saluran cerna untuk membantu mencerna makanan yang dimakan. Komponen jaringan endokrin pankreas atau yang dikenal dengan islet of Langerhans menghasilkan hormon insulin atau hormon lainnya. Hormon insulin yang dihasilkan berguna untuk memindahkan glukosa dari darah ke otot atau jaringan lain agar dapat digunakan sebagai energi dan membantu hati menyerap glukosa agar disimpan dalam bentuk glikogen (cadangan gula) jika tubuh memerlukan energi.
Setelah kita mengenal organ pankreas, mari kita lanjutkan pada topik kanker pankreas. Jenis kanker pankreas yang paling sering dijumpai adalah kanker eksokrin. Sekitar 95% dari kanker eksokrin pankreas adalah adenokarsinoma pankreas. Jika seseorang dikatakan mengalami kanker pankreas, kemungkinan besar adalah kanker pankreas eksokrin. Kanker ini biasanya dijumpai pada duktus atau saluran yang ada pada pankreas. Jenis lainnya lebih jarang dijumpai dibandingkan kanker eksokrin yaitu tumor neuroendokrin pankreas (sekitar 7% dari seluruh kanker pankreas).
Di seluruh dunia, insidens terjadinya kanker pankreas menempati urutan ke-12 tetapi sebagai penyebab kematian karena kanker menempati urutan ke-7. American Cancer Society memperkirakan terdapat sekitar 57.600 kasus baru kanker pankreas dan 47.050 kematian karena kanker pankreas pada tahun 2020. Sementara di Indonesia, menurut GLOBOCAN 2018, diperkirakan terdapat 4.940 kasus baru kanker pankreas dan 4.812 kematian karena kanker pankreas.
Penyebab dari kanker pankreas tidak diketahui. Faktor risiko terjadinya kanker pankreas adalah:
Kanker pankreas sering dikatakan “silent disease” karena tidak terdapat gejala pada stadium awal. Selain itu, tidak terdapat pemeriksaan yang spesifik untuk menemukan kanker pada pasien tanpa gejala. Seiring dengan berkembangnya kanker, tanda dan gejala yang dapat dijumpai adalah jaundice (kuning pada mata dan kulit, warna urin menjadi gelap, gatal-gatal, feses pucat) karena sumbatan saluran empedu, nyeri pada perut atau punggung belakang, penurunan berat badan, mual muntah, pembesaran kandung empedu atau hati, adanya bekuan darah pada pembuluh darah tungkai bawah, diabetes.
Jika dokter mencurigai seseorang menderita kanker pankreas, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda jaundice atau perubahan pada perut; pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar bilirubin dan penanda tumor, CA19-9 yang sering meningkat pada pasien kanker pankreas; pemeriksaan pencitraan seperti CT scan, PET Scan, ultrasound, dan lainnya; dan biopsi.
Pilihan dan rekomendasi terapi untuk pasien kanker pankreas tergantung pada beberapa faktor seperti jenis dan stadium kanker, efek samping yang mungkin muncul, dan preferensi serta keadaan pasien secara keseluruhan. Terapi yang dapat diberikan untuk kanker pankreas adalah:
Kanker pankreas termasuk kanker yang sulit untuk didiagnosis karena belum terdapat pemeriksaan skrining yang spesifik dan tervalidasi untuk menemukan kanker ini pada stadium awal pada seseorang tanpa gejala. Jika terdeteksi lebih awal saat masih bisa dilakukan pembedahan, persentase pasien yang masih bertahan hidup dalam 5 tahun (5-year survival rate) adalah 37%. Jika kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya, 5-year survival rate menurun menjadi 12% dan menurun lagi menjadi 3% jika kanker sudah menyebar ke organ-organ jauh. Oleh karena itu, jika mencurigai adanya tanda dan gejala dari kanker pankreas, segera konsultasikan dengan dokter agar dapat segera dilakukan tindakan pengobatan yang optimal.
Referensi:
Healthy Person
Healthy Person
Healthy Person
Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id
KIRIM EMAIL