Kanker serviks, yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim, adalah keganasan yang dijumpai pada serviks. Serviks merupakan bagian bawah dari rahim yang menghubungkan vagina dengan bagian atas rahim. Penyakit ini merupakan momok bagi wanita. Kanker serviks berasal dari sel-sel yang mengalami perubahan pra-kanker dan biasanya membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berubah menjadi kanker serviks. Penyakit ini dibagi menjadi 2 tipe utama, tipe yang pertama adalah karsinoma serviks sel skuamosa yang dijumpai pada 9 dari 10 kanker serviks. Tipe yang kedua adalah adenokarsinoma, kanker ini berasal dari sel-sel kelenjar yang menghasilkan mukus (lendir).
Menurut WHO, kanker serviks termasuk kanker ke-empat yang paling sering dijumpai pada wanita, diperkirakan terdapat 570.000 kasus baru atau 6,6% dari semua kanker yang dijumpai pada wanita, dan 311.000 kematian karena kanker ini pada tahun 2018. Sekitar 90% dari kematian karena kanker serviks terjadi pada negara-negara dengan penghasilan rendah dan sedang.
Di Indonesia, terdapat sekitar 32.469 kasus kanker serviks baru yang didiagnosis pada tahun 2018. Secara keseluruhan, kejadian kanker serviks di Indonesia adalah 24,5%. Selain itu, penyakit ini menempati peringkat kedua kanker yang sering dijumpai pada wanita. Hal yang mengkhawatirkan adalah penyakit ini termasuk kanker kedua pada wanita berusia 15-44 tahun.
Saat ini telah diketahui bahwa kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Terdapat lebih dari 100 tipe virus HPV tetapi yang menyebabkan kanker adalah 14 tipe, hal ini juga dikenal dengan tipe risiko tinggi. HPV tipe 16 dan 18 merupakan penyebab 70% dari kanker serviks dan lesi pra-kanker serviks. Pada wanita dengan daya tahan tubuh normal, waktu yang diperlukan untuk perubahan lesi pra-kanker menjadi kanker serviks adalah 15-20 tahun sedangkan bagi wanita dengan daya tahan tubuh yang rendah, waktu yang diperlukan untuk perubahan lesi pra-kanker menjadi kanker serviks adalah 5-10 tahun.
Faktor-faktor risiko terjadinya kanker serviks adalah:
Lalu, bagaimana kita mengenali gejala kanker serviks? Sayangnya kanker serviks tidak menunjukkan tanda atau gejala pada stadium awal. Gejala muncul jika tumor sudah tumbuh ke sekitar jaringan atau organ. Tanda dan gejala dari kanker serviks adalah:
Kanker serviks dapat mengenai semua wanita, tak terkecuali mereka yang populer atau terkenal. Berikut ini adalah mereka yang bergelut dan berjuang dengan kanker serviks:
Eva Peron, yang lebih dikenal sebagai Evita, merupakan mantan ibu negara pertama di Argentina. Beliau didiagnosis kanker serviks stadium lanjut pada Agustus 1951. Terapi yang didapat oleh beliau adalah terapi radiasi dan kemoterapi. Namun, kondisinya memburuk dan beliau meninggal karena kanker pada tahun 1952 pada usia 33 tahun.
Judy Blume adalah seorang blogger dan penulis beberapa novel. Beliau didiagnosis kanker serviks 17 tahun sebelum beliau didiagnosis kanker payudara pada tahun 2012. Beliau menjalani histerektomi (operasi pengangkatan rahim) pada saat itu. Inilah salah satu contoh penyintas kanker, bukan hanya 1 kali tetapi 2 kali. Saat ini, beliau berusia 81 tahun.
Erin Andrews adalah reporter di lapangan olahraga dan sangat menyukai dunia olahraga. Beliau didiagnosis kanker serviks pada tahun 2016, kemudian menjalani pengangkatan serviks sebanyak 2 kali. Setelah terdiagnosis kanker serviks, beliau mengatakan bahwa lebih menyadari untuk memeriksakan organ tubuhnya yang lain. Dokternya menyarankannya agar beliau memiliki cukup tidur dan tidak stres sebelum kembali pada aktivitas pekerjaannya.
Anita Mui adalah penyanyi asal Hongkong yang telah menerima berbagai penghargaan sepanjang kariernya dan dikenal sebagai Diva Cantopop. Kariernya sebagai penyanyi pada akhirnya terhenti setelah menderita kanker serviks. Penyanyi tersebut meninggal pada usia 40 tahun di tahun 2003. Kepergiannya turut dikenang mengingat beliau juga aktif dalam kegiatan amal dan kemanusiaan.
Siapakah di Indonesia yang tak mengenal artis yang satu ini? Julia Perez, salah satu artis yang terkenal di Indonesia, mengatakan kepada publik pada tahun 2014 bahwa dirinya terkena kanker serviks. Beliau sempat menjalani pengobatan kemoterapi dan radioterapi di Singapura dan mengalami perbaikan tetapi kemudian pada tahun 2016, artis ini bergelut dengan penyakitnya yang memasuki stadium lanjut. Beliau akhirnya meninggal pada tahun 2017. Selama berjuang dengan penyakitnya, beliau selalu bersemangat dan pantang menyerah.
Mereka yang melalui perjuangan menghadapi kanker serviks ini kiranya semakin meningkatkan awareness para wanita terhadap kanker serviks dan pentingnya melakukan pemeriksaan Papsmear dan/atau HPV seperti yang telah dianjurkan serta konsultasi dengan dokter jika mendapati adanya kelainan atau gejala kanker serviks.
Referensi:
Healthy Person
Healthy Person
Healthy Person
Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id
KIRIM EMAIL