Punya pertanyaan seputar kanker ?

Bergabung dengan forum kami

MENU

Home > Panduan Nutrisi >

Mengenal Kanker Kulit

Mengenal Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan keganasan yang dijumpai pada kulit. Sebelum kita masuk lebih jauh pada kanker kulit, kita lihat dulu sekilas mengenai organ kulit. Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan berperan sebagai barier pelindung antara lingkungan luar dan tubuh kita. Kulit kita terdiri dari 3 lapisan yaitu:

  • Lapisan epidermis: merupakan lapisan atas dari kulit (sel-sel epitel skuamosa) yang fungsinya adalah membuat sel-sel kulit yang baru di mana sel-sel ini dibuat oleh sel-sel pada bagian bawah (basal) dari epidermis. Sel-sel baru yang sudah terbentuk membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk sampai ke lapisan atas dari epidermis. Fungsi lainnya adalah memberikan warna pada kulit. Epidermis mengandung melanosit yaitu sel yang menghasilkan pigmen melanin yang memberikan warna pada kulit. Selain itu, epidermis juga mengandung keratin (lapisan tanduk) yang memberikan kekuatan pada kulit serta melindungi kulit dari kekeringan.
  • Lapisan dermis: lapisan tengah dari kulit yang terletak di bawah epidermis. Ini adalah lapisan yang paling tebal dan mengandung saraf, pembuluh darah serta sebagai rumah bagi kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan folikel rambut. Lapisan ini sebagian besar terdiri dari protein yang disebut kolagen yang membuat kulit kenyal dan kencang. Dermis berperan dalam merasakan sensasi nyeri dan sentuhan, mengatur suhu tubuh, dan dalam sistem pertahanan tubuh melawan benda asing.
  • Lapisan hipodermis (atau disebut juga subkutan): lapisan paling dalam dari kulit. Sebagian besar lapisan ini terdiri dari jaringan lemak yang membantu melindungi dari suhu dingin dan berperan sebagai bantalan bagi organ-organ dalam serta otot dan tulang.

 

Sekarang kita kembali ke kanker kulit. Ada 2 tipe kanker kulit yang paling sering dijumpai yaitu karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Karsinoma sel basal sering dijumpai pada orang berkulit putih, bentuknya sering kali melingkar dengan warna serupa kulit, benjolan seperti mutiara, atau bercak merah muda pada kulit. Penyakit ini biasanya terjadi dalam hitungan tahun setelah sering terpajan sinar matahari atau indoor tanning (menggelapkan warna kulit menggunakan lampu buatan di dalam ruangan). Lokasi yang sering dijumpai adalah kepala, leher, dan lengan namun dapat juga dijumpai di bagian tubuh lain termasuk dada, perut, dan tungkai. Diagnosis dan pengobatan awal penyakit ini sangat penting karena dapat tumbuh ke dalam, sampai ke saraf dan tulang sehingga menyebabkan kerusakan.

 

Karsinoma sel skuamosa paling mungkin dijumpai pada orang berkulit terang walaupun dapat juga dijumpai pada orang berkulit lebih gelap. Penyakit ini sering terlihat sebagai benjolan warna merah, bercak mengelupas, atau radang pada kulit yang hilang timbul. Lokasi yang sering dijumpai adalah pada kulit yang sering terpajan sinar matahari seperti tepi telinga, wajah, leher, lengan, dada, dan punggung. Diagnosis dan pengobatan awal penyakit ini dapat mencegah karsinoma sel skuamosa tumbuh ke dalam dan menyebar ke bagian tubuh lain.

 

Tipe ketiga dari kanker kulit yang juga termasuk sering dijumpai adalah melanoma (keganasan yang berasal dari sel melanosit). Tipe ini dikatakan sebagai kanker kulit yang paling serius karena memiliki kecenderungan untuk menyebar ke organ lain. Melanoma dapat berasal dari tahi lalat yang ada di kulit atau tiba-tiba muncul sebagai noda hitam pada kulit yang terlihat berbeda dari sekitarnya. Lokasi yang sering dijumpai adalah batang tubuh (pada pria) dan tungkai (pada wanita). Diagnosis dan pengobatan awal penyakit ini sangat penting. Untuk mengetahui tanda-tanda melanoma, kita dapat menggunakan jembatan keledai ABCDE yaitu:

A: Asymmetry (asimetris). Bentuk pada satu sisi berbeda dengan sisi lainnya.

B: Border (batas). Pinggirnya tidak teratur.

C: Colour (warna): Ada variasi warna dengan warna coklat, hitam, merah, abu-abu, atau putih.

D: Diameter (diameter). Biasanya diameter berukuran lebih dari 6 mm walaupun bisa saja kurang dari itu.

E: Evolution (evolusi). Cari adanya perubahan warna, ukuran, bentuk, atau gejala seperti gatal, nyeri, atau berdarah.

 

Faktor risiko dari kanker kulit adalah:

  • Pajanan sinar ultraviolet baik dari matahari ataupun tanning beds (peralatan yang digunakan untuk menggelapkan kulit). Mereka yang terutama lebih rentan adalah berkulit putih, memiliki warna mata hazel atau biru, dan berambut pirang atau merah.
  • Penekanan sistem imun secara kronik misalnya pada penyakit HIV/AIDS, kanker, atau dari obat-obatan seperti prednisone atau kemoterapi.
  • Pajanan terhadap sinar radiasi atau bahan-bahan kimia seperti arsenik.
  • Tipe kutil tertentu yang ditularkan oleh virus melalui hubungan seksual.
  • Riwayat menderita kanker kulit (kemungkinan sebesar 20% untuk kanker kulit kedua dalam 2 tahun kemudian).
  • Usia lanjut.
  • Kondisi pra-kanker pada kulit yang disebut dengan aktinik keratosis atau penyakit Bowen (bercak merah atau coklat, kasar, mengelupas pada kulit).

 

Langkah utama untuk menurunkan risiko kanker kulit adalah mengurangi pajanan terhadap sinar ultraviolet baik itu mengurangi waktu terpajan sinar matahari dan menghindari indoor tanning. Hal ini penting untuk dilakukan semua usia dan terutama pada mereka dengan faktor risiko untuk terjadinya kanker kulit. Untuk lengkapnya adalah berikut:

  • Batasi atau hindari pajanan langsung sinar matahari antara pukul 10.00 pagi dan 04.00 sore.
  • Gunakan pelindung dari matahari seperti topi lebar yang melindungi wajah, leher, dan telinga; baju berlengan panjang, celana panjang, atau rok panjang; kacamata yang melindungi dari sinar ultraviolet.
  • Gunakan tabir surya spektrum luas yang melindungi terhadap radiasi UVA dan UVB dan SPF 30 atau lebih. Oleskan ulang ke seluruh tubuh setiap 2 jam atau setiap jam setelah berkeringat yang banyak atau berenang.
  • Hindari berjemur untuk alasan rekreasi.
  • Jangan gunakan lampu buatan untuk menggelapkan kulit.
  • Periksa kulit secara berkala setiap bulan. Hal ini dapat dilakukan sendiri atau oleh dokter. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan pemeriksaan sendiri:
  • Periksa bagian depan dan belakang seluruh tubuh dengan menggunakan cermin, kemudian sebelah kanan dan kiri tubuh, dengan lengan diangkat.
  • Tekuk siku dan perhatian dengan teliti bagian dalam dan luar lengan atas, serta tangan.
  • Lihat bagian depan, samping, dan belakang dari tungkai dan kaki, termasuk telapak kaki dan sela jari kaki.
  • Sibak rambut untuk memeriksa bagian belakang leher dan kulit kepala dengan cermin tangan.
  • Periksa punggung, area kelamin, dan pantat dengan cermin tangan.

Saat melakukan pemeriksaan sendiri, periksalah apakah ada lesi pada kulit dengan tanda seperti kanker kulit, perubahan mencurigakan pada tahi lalat atau noda kulit, ataupun radang di kulit yang tidak sembuh dalam 2 minggu. Lebih dari 75% dari kanker kulit ditemukan sendiri oleh pasien atau keluarganya. Segera hubungi dokter jika mendapati adanya perubahan yang mencurigakan pada kulit.

 

Kanker kulit memiliki 3 tipe yaitu karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, 2 tipe yang paling sering dijumpai serta 1 tipe lagi yang termasuk sering dijumpai yaitu melanoma. Faktor risiko yang utama dari kanker kulit adalah pajanan sinar ultraviolet baik itu sinar matahari atau sinar buatan yang digunakan untuk menggelapkan kulit (indoor tanning). Oleh karena itu, langkah yang terutama adalah membatasi atau menghindari pajanan sinar matahari antara pukul 10.00 pagi dan 04.00 sore serta menghindari lampu buatan untuk menggelapkan kulit. Pemeriksaan kulit sendiri atau oleh dokter dianjurkan untuk dilakukan setiap bulan untuk megetahui apakah ada perubahan mencurigakan pada kulit. Segera hubungi dokter jika ada perubahan mencurigakan pada kulit hasil pemeriksaan sendiri.

 

Referensi:

  1. Zimmermann KA. Skin: The human body’s largest organ. Livescience [Internet]. 2018 Oct 22 [cited 2020 May 5]. Available from: https://www.livescience.com/27115-skin-facts-diseases-conditions.html
  2. Types of skin cancer. American Academy of Dermatology [Internet]. 2020 [cited 2020 May 5]. Available from: https://www.aad.org/public/diseases/skin-cancer/types/common
  3. Cole GW. Skin cancer (nonmelanoma skin cancer or keratinocyte cancer). MedicineNet [Internet]. 2019 Oct 25 [cited 2020 May 5]. Available from: https://www.medicinenet.com/skin_cancer_overview/article.htm
  4. Skin cancer (non-melanoma): Risk factors and prevention. Cancer.Net [Internet]. 2019 [cited 2020 May 5]. Available from: https://www.cancer.net/cancer-types/skin-cancer-non-melanoma/risk-factors-and-prevention
  5. Skin cancer prevention and early detection. American Cancer Society [Internet]. 2017 Apr 20 [cited 2020 May 5]. Available from: https://www.cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/6930.00.pdf

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL