Image Source : https://www.independent.com.mt
Menyambut peringatan hari kanker sedunia di bulan Februari ini, kita seakan diingatkan kembali pentingnya pencegahan kanker, yang mana salah satunya adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik ini bukan hanya untuk mencegah kanker tetapi juga semua penyakit secara keseluruhan. Selain itu, aktivitas fisik merupakan salah satu langkah yang penting pada semua usia untuk memperbaiki kesehatan.
Berikut ini adalah aktivitas fisik yang dapat dilakukan pada kelompok tertentu seperti:
Semua anak usia di bawah 5 tahun yang belum berjalan sebaiknya meminimalkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk aktivitas kurang gerak (misalnya duduk) selama periode yang lama, kecuali waktu yang dihabiskan untuk tidur. Pada bayi-bayi yang belum dapat berjalan, aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah:
Permainan berbasis lantai dan berbasis air mendorong bayi menggunakan ototnya dan mengembangkan kemampuan motoriknya. Manfaat lainnya adalah bayi memiliki berat badan yang sesuai.
Anak usia di bawah 5 tahun yang dapat berjalan sebaiknya aktif secara fisik setidaknya selama 180 menit per hari. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan yaitu:
Manfaat dari aktivitas fisik ini adalah memperbaiki kesehatan jantung, tulang dan memiliki berat badan yang sesuai.
Anak dan remaja sebaiknya melakukan aktivitas fisik selama 60 menit atau lebih per hari. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan sebagai bagian dari 60 menit atau lebih adalah aktivitas aerobik sedang sampai berat, penguatan otot, dan penguatan tulang, yang dilakukan setidaknya 3 kali per minggu.
Contoh aktivitas fisik pada anak usia 7 tahun adalah:
Senin: berjalan ke dan dari sekolah (20 menit), bermain dengan keluarga (20 menit), lompat tali (10 menit), senam (10 menit).
Selasa: berjalan ke dan dari sekolah (20 menit), bermain di taman bermain (25 menit), memanjat di taman bermain (15 menit).
Rabu: berjalan ke dan dari sekolah (20 menit), bermain dengan teman (25 menit), lompat tali (10 menit), berlari (5 menit), sit up (2 menit).
Kamis: bermain dengan keluarga (30 menit), bermain sepak bola (30 menit).
Jumat: berjalan ke dan dari sekolah (20 menit), bermain dengan teman (25 menit), bersepeda (15 menit).
Sabtu: bermain di taman bermain (30 menit), memanjat di taman bermain (15 menit), bersepeda (15 menit).
Minggu: bermain di taman bermain (10 menit), bermain sepak bola (40 menit), bermain dengan keluarga (10 menit).
Aktivitas fisik intensitas sedang (setara dengan berjalan cepat) dapat dilakukan oleh ibu hamil dan setelah melahirkan selama setidaknya 150 menit per minggu. Untuk aktivitas dengan intensitas berat, harus dikonsultasikan dengan dokter dahulu. Dokter harus menilai kondisi pasien secara cermat (ada komplikasi atau tidak) sebelum merekomendasikan aktivitas fisik selama kehamilan. Aktivitas fisik selama kehamilan membuat wanita menjadi lebih bugar dan mencegah kenaikan berat badan berlebihan. Aktivitas yang dapat dilakukan selama kehamilan antara lain berjalan, berenang, bersepeda statis, jogging, latihan kekuatan otot. Aktivitas fisik harus dihentikan selama kehamilan jika terjadi perdarahan, kontraksi yang terasa nyeri, kebocoran cairan ketuban, sesak napas, pusing, sakit kepala, nyeri dada, kelemahan otot, nyeri atau pembengkakan betis.
Setelah melahirkan, aktivitas fisik dapat dilanjutkan secara perlahan selama sudah aman secara medis. Beberapa wanita dapat melanjutkan aktivitas fisik dalam hitungan hari setelah melahirkan. Latihan aerobik secara teratur pada wanita menyusui memperbaiki kebugaran jantung tanpa mempengaruhi produksi dan komposisi ASI ataupun pertumbuhan bayi.
Referensi:
Healthy Person
Healthy Person
Healthy Person
Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id
KIRIM EMAIL