Punya pertanyaan seputar kanker ?

Bergabung dengan forum kami

MENU

Home > Panduan Nutrisi >

Jaga Performamu Dengan Cara yang Benar

Jaga Performamu Dengan Cara yang Benar

Image Source : www.menshealth.com

Kanker testis termasuk kanker yang sering dijumpai pada pria usia 15-39 tahun. Beberapa faktor risiko dari kanker testis antara lain kriptorkismus (testis tidak turun ke dalam kantong skrotum), perkembangan testis yang abnormal, dan riwayat kanker testis dalam keluarga. Peneliti menduga adanya faktor lain yang meningkatkan risiko terkena kanker testis.

Penggunaan zat yang meningkatkan performa sangat populer di Amerika. Beberapa bukti telah menunjukkan beberapa bahan tertentu dalam suplemen yang membentuk otot terkait dengan kerusakan testis. Oleh karena itu, penggunaan suplemen yang membentuk otot dikaitkan dengan risiko kanker testis. Dari laporan kasus yang mengevaluasi penggunaan suplemen yang membentuk otot pada 129 kasus kanker testis di Amerika, ditemukan bahwa sekitar 20%-nya pernah menggunakan suplemen tersebut.

Dalam National Institute on Drug Abuse, disebutkan bahwa steroid dan obat yang meningkatkan performa sering digunakan oleh para pria untuk memperbaiki penampilan dengan membentuk massa otot atau memperbaiki performa atlit. Obat yang meningkatkan performa yang digunakan contohnya adalah serbuk protein dan kreatin, penghambat estrogen, kafein atau efedrin, obat-obatan untuk disfungsi ereksi, dan hormon lain seperti insulin, tiroid, dan pertumbuhan.

Penyalahgunaan steroid ini memiliki efek samping yang beragam mulai dari yang ringan sampai dengan yang berbahaya atau mengancam nyawa, seperti efek samping pada jantung, sistem hormon, infeksi, hati, sistem otot dan rangka, kejiwaan, dan kulit. Salah satu efek samping pada sistem hormon pria adalah kanker testis.

Penelitian lain mengenai suplemen yang membentuk massa otot telah dipublikasikan pada tahun 2015. Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa memiliki risiko kanker testis meningkat 65% pada pria yang menggunakan suplemen yang membentuk otot dibandingkan pria yang tidak menggunakan suplemen. Komposisi dalam suplemen yang digunakan terutama kreatin, protein, dan androstenedione (termasuk hormon steroid untuk meningkatkan hormon testosteron). Risiko kanker testis meningkat pada pria yang mulai menggunakannya pada usia 25 tahun atau lebih muda dan yang menggunakan lebih dari satu jenis suplemen.

Selain komposisi dalam suplemen pembentuk otot yang telah diketahui, terdapat pula komponen alami yang mungkin berperan sebagai hormon buatan dan pengotor lainnya yang bervariasi antar produk. Suatu penelitian bahkan menemukan bahwa 15% dari suplemen non-hormonal mengandung steroid pembentuk otot, termasuk nandrolone (menyerupai hormon testosteron pada pria) yang telah dikaitkan dengan terjadinya kanker testis pada hewan tikus.

Temuan-temuan mengenai steroid dan obat untuk meningkatkan performa pria menunjukkan pentingnya berkonsultasi dengan dokter terkait pentingnya pemakaian steroid dan obat untuk meningkatkan performa pria karena dikaitkan dengan risiko kanker testis. Selain itu, penting pula dalam memeriksa komponen dalam obat atau suplemen untuk meningkatkan performa pria sebelum mengkonsumsinya.

Referensi:

  1. Li N, Hauser R, Holford T, Zhu Y, Zhang Y, Bassig BA, et al. Muscle-building supplement use and increased risk of testicular germ cell cancer in men from Connecticut and Massachusetts. Br J Cancer 2015;112:1247-50.
  2. Steroids and other appearance and performance enhancing drugs. National Institute on Drug Abuse (NIDA) [Internet]. 2018 [cited 2019 Apr 30]. Available from: https://d14rmgtrwzf5a.cloudfront.net/sites/default/files/815-steroids-and-other-appearance-and-performance-enhancing-drugs-apeds.pdf

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL