Punya pertanyaan seputar kanker ?

Bergabung dengan forum kami

MENU

Home > Panduan Nutrisi >

Kanker Kandung Kemih

Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih adalah keganasan yang dijumpai pada kandung kemih. Kandung kemih merupakan organ berongga yang terdapat pada bagian bawah dari perut. Bentuknya seperti balon kecil dan memiliki dinding otot agar dapat mengembang dan mengempis untuk menyimpan urin sebelum dikeluarkan. Kandung kemih termasuk bagian penting dari saluran urinarius, yang terdiri dari ginjal, ureter, dan uretra. Ginjal memiliki saluran-saluran kecil yang menyaring darah dan mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan dalam bentuk urin. Urin berjalan melalui saluran ureter menuju kandung kemih sampai akhirnya dikeluarkan melalui saluran pendek yang dinamakan uretra. 

Kandung kemih dilapisi oleh lapisan sel-sel urotelium yang dipisahkan dari dinding otot (disebut muskularis propria) oleh lapisan tipis jaringan ikat yang disebut lamina propria. Lapisan paling luar sekitar kandung kemih adalah lapisan lemak. Terdapat 3 jenis utama kanker kandung kemih yaitu:

  • Karsinoma urotelial: dijumpai sekitar 90% dari semua kanker kandung kemih. Karsinoma ini kadang dikenal dengan karsinoma sel transisional.
  • Karsinoma sel skuamosa: dijumpai sekitar 4% dari semua kanker kandung kemih. Sel skuamosa terbentuk pada lapisan kandung kemih sebagai respons terhadap iritasi dan inflamasi (peradangan), yang kemudian menjadi kanker.
  • Adenokarsinoma: dijumpai sekitar 2% dari semua kanker kandung kemih. Jenis ini berasal dari sel-sel kelenjar dalam kandung kemih yang menghasilkan lendir.

Kanker yang dijumpai pada sel yang melapisi kandung kemih dikatakan kanker kandung kemih superfisial (atau disebut juga non-invasif ke otot) sedangkan kanker yang menyebar melalui lapisan sel kandung kemih dan menyusup ke dinding otot atau menyebar ke organ dan kelenjar getah bening sekitarnya dikatakan kanker kandung kemih invasif. 

Menurut American Cancer Society, pada tahun 2021 diperkirakan terdapat sekitar 83.730 kasus baru kanker kandung kemih dan sekitar 17.200 kematian karena kanker kandung kemih. Sementara di Indonesia, menurut Globocan tahun 2020, diperkirakan terdapat 7.828 kasus baru kanker kandung kemih dan 3.885 kematian karena kanker kandung kemih. Kanker ini terutama terjadi pada pasien lanjut usia, sekitar 9 dari 10 orang dengan kanker ini berusia di atas 55 tahun. Usia rata-rata saat didiagnosis adalah 73 tahun. Penelitian di RSCM dan RS Kanker Dharmais Indonesia menemukan adanya 340 kasus kanker kandung kemih pada periode Januari 1995-Desember 2004, dengan rata-rata usia pasien adalah 54 tahun. Karsinoma sel transisional adalah tipe yang paling sering dijumpai (78,8%). Penelitian di RS Soetomo Surabaya menemukan adanya 126 kasus kanker kandung kemih, rata-rata berusia 60,6 tahun dan paling banyak berusia > 60 tahun, dengan perbandingan pria dan wanita 4,2:1. 

Berikut ini adalah faktor risiko dari kanker kandung kemih:

  • Merokok: faktor risiko yang paling sering. Perokok lebih berisiko 4-7 kali untuk mengalami kanker kandung kemih.
  • Usia: lebih dari 70% dari pasien kanker kandung kemih berusia > 65 tahun.
  • Jenis kelamin: pria 4 kali lebih berisiko dibandingkan wanita tetapi wanita lebih mungkin meninggal karena kanker kandung kemih.
  • Ras: orang kulit putih 2 kali lebih mungkin didiagnosis kanker ini tetapi orang kulit hitam 2 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit ini.
  • Bahan-bahan kimia: bahan-bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil, karet, kulit, zat pewarna, cat, dan percetakan meningkatkan risiko terkena kanker ini.
  • Gangguan kandung kemih kronik: adanya batu dan infeksi (termasuk infeksi oleh cacing atau schistosomiasis; dapat ditemukan di Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara) meningkatkan risiko.
  • Penggunaan obat tertentu: orang yang pernah mendapat kemoterapi cyclophosphamide atau mengkonsumsi obat untuk diabetes, pioglitazone > 1 tahun berisiko lebih tinggi terkena kanker ini.
  • Kelainan genetik yang diturunkan: risiko kanker kandung kemih meningkat pada sindrom Lynch (kelainan diturunkan berupa kanker kolorektal non-poliposis) dan sindrom genetik lain.
  • Pajanan arsenik dalam air minum. 

Tanda dan gejala kanker kandung kemih adalah adanya darah atau bekuan darah di urin, nyeri atau merasakan sensasi terbakar selama buang air kecil, sering buang air kecil, merasa perlu untuk sering kali buang air kecil pada malam hari, merasa ingin buang air kecil tetapi urin tidak keluar, nyeri punggung bawah pada 1 bagian tubuh. Jika mendapati adanya tanda dan gejala tersebut, konsultasikan dengan dokter. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kanker kandung kemih seperti pemeriksaan urin (untuk menemukan darah atau sel kanker di urin), sistoskopi (memasukkan selang tipis dengan kamera untuk melihat bagian dalam kandung kemih), biopsi, dan pemeriksaan pencitraan seperti CT Scan, MRI, PET Scan, atau ultrasonografi. 

Pengobatan yang diberikan untuk kanker kandung kemih adalah pembedahan, pemberian kemoterapi secara lokal yang dimasukkan menggunakan kateter (selang) melalui saluran uretra atau kemoterapi secara sistemik (pada seluruh tubuh), imunoterapi (terapi yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker), terapi target (terapi yang targetnya gen, protein, atau lingkungan sekitar yang berperan dalam pertumbuhan dan survival kanker), dan terapi radiasi. 

Belum diketahui secara pasti cara untuk mencegah kanker kandung kemih. Beberapa faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, dan ras tidak dapat dikendalikan. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker kandung kemih yaitu:

  • Tidak merokok
  • Membatasi pajanan bahan-bahan kimia tertentu pada tempat kerja
  • Minum banyak cairan
  • Makan banyak buah dan sayur

 

Referensi:

  1. Bladder cancer treatment (PDQ®) – Patient version. National Cancer Institute. 2020 Jul 10 [cited 2021 May 3]. Available from: https://www.cancer.gov/types/bladder/patient/bladder-treatment-pdq
  2. Bladder cancer: Introduction. Cancer.Net. 2020 [cited 2021 May 3]. Available from: https://www.cancer.net/cancer-types/bladder-cancer/introduction
  3. Bladder cancer. American Cancer Society. 2021 [cited 2021 May 3]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer.html
  4. Zamzami Z, Yuliasti R, Juananda D. Characteristic of advanced stage bladder cancer managed with radiotherapy. International Journal of Medicine in Developing Countries 2017;3(1):64-7.

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL