(Image Source : https://hellodoktor.com)
Kekambuhan pada kanker merupakan kekawatiran yang terutama akan dirasakan oleh pasien dan caregiver-nya. Ketakutan akan kekambuhan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien dan sekitar 7% dari pasien mengalami ketakutan berat dan mengganggu yang meliputi adanya pikiran-pikiran melelahkan dan salah mengartikan gejala ringan dan yang tidak terkait.
Angka kekambuhan sangat bervariasi di antara berbagai jenis kanker berdasarkan stadium penyakit, jenis sel kanker, faktor genetik, faktor terkait pasien, dan terapi. Beberapa kanker sulit untuk diterapi dan memiliki angka kekambuhan yang tinggi, contohnya adalah hampir semua pasien dengan glioblastoma (kanker pada otak) mengalami kekambuhan walaupun telah diterapi.
Sebaliknya, beberapa kanker, terutama diterapi pada stadium lebih dini, memiliki angka kekambuhan yang rendah. Kekambuhan pada pasien kanker payudara dengan reseptor estrogen positif setelah diberikan terapi awal dan selama terapi pemeliharaan dijumpai sebesar 5-9%.
Berikut ini adalah rangkuman angka kekambuhan pasien dengan kanker:
|
Jenis Kanker |
Angka Kekambuhan |
|
Kandung kemih |
50% setelah sistektomi (pengangkatan kandung kemih) |
|
Payudara |
30% (secara keseluruhan), 5-9% dengan letrozole selama median 10,6 tahun |
|
Kolorektal |
17% setelah pembedahan |
|
Glioblastoma |
Hampir 100% |
|
Kepala leher, stadium IV |
Setelah kemoradioterapi: 17% (kekambuhan lokoregional), 22% (kekambuhan organ jauh) |
|
Limfoma Hodgkin |
10-13% setelah terapi primer, 20-50% setelah terapi lini kedua |
|
Ginjal |
13%, 49% setelah respons komplit dengan terapi penghambat tyrosine kinase |
|
Leukemia limfoblastik akut, pada anak |
15-20% |
|
Leukemia mieloid akut, pada anak |
9-29%, tergantung risikonya |
|
Diffuse large B-cell lymphoma |
60-70% |
|
Peripheral T-cell lymphoma |
75% |
|
Melanoma |
15-41% tergantung stadiumnya, 87% (penyakit metastatik) |
|
Kanker paru jenis bukan sel kecil (non-small cell lung cancer/NSCLC) |
26% setelah pembedahan, 27% setelah kemoradioterapi (pada penyakit lokal lanjut) |
|
Osteosarkoma |
11-12% (kekambuhan lokal), 5-45% (metastasis) |
|
Ovarium |
85% |
|
Pankreas |
36% (dalam 1 tahun setelah pembedahan), 38% (kekambuhan lokal setelah kemoterapi adjuvan), 46% (metastasis pada organ jauh setelah kemoterapi adjuvan) |
|
Prostat |
Setelah prostatektomi pada 10 tahun: 24% pada risiko rendah, 40% pada risiko intermediate, 48% pada risiko tinggi |
|
Sarkoma jaringan lunak |
50% (setelah kemoterapi adjuvan), hampir 100% (untuk stadium lanjut) |
|
Tiroid |
Sampai dengan 30% (untuk jenis differentiated), 8-14% setelah pembedahan (untuk jenis medullary) |
Oleh karena itu, para klinisi perlu mendiskusikan mengenai ketakutan akan kekambuhan dengan pasien baik melalui pertanyaan secara langsung atau menggunakan kuesioner singkat. Selain itu, para klinisi juga perlu menyampaikan mengenai risiko kekambuhan, tanda dan gejala kekambuhan, hal-hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kekambuhan, dan alasan mengapa penting sekali untuk dilakukan kontrol secara berkala pada pasien.
Referensi:
Primeau ASB. Cancer recurrences statistics. Cancer Therapy Advisor [Internet]. 2018 Nov 30 [cited 2018 Dec 4]. Available from: https://www.cancertherapyadvisor.com/fact-sheets/cancer-recurrence-stats-patient-fact-sheet/article/817631/
Healthy Person
I AM A CAREGIVER
I AM A CAREGIVER
Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id
KIRIM EMAIL