Have a question about cancer?

Join With our forum

MENU

Home > Nutrition Guide >

Makanan dan Risiko Kanker Gaster

Makanan dan Risiko Kanker Gaster

(Image souce : https://pearlpoint.org)

Kanker termasuk salah satu penyebab kematian di seluruh dunia dan beban ini meningkat karena adanya faktor-faktor risiko. Sebagian besar kematian karena kanker dijumpai di negara sedang berkembang. Menurut data WHO (World Health Organization) pada tahun 2018, lima besar kanker yang menjadi beban di seluruh dunia adalah kanker paru, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker prostat, dan kanker gaster (lambung). Kanker gaster termasuk kanker saluran cerna bagian atas yang sering dijumpai.

Faktor-faktor seperti faktor lingkungan dan genetik turut berperan dalam terjadinya kanker gaster dan kanker ini sering kali terdiagnosis pada stadium lanjut. Besarnya kejadian ini berbeda-beda, dengan kejadian paling tinggi dijumpai di Asia Timur, Amerika Tengah dan Selatan, dan Eropa Timur sedangkan kejadian paling rendah dijumpai di Afrika dan Amerika Utara.

Salah satu faktor risiko yang meningkatkan risiko terjadinya kanker gaster adalah dari makanan. Risiko kanker gaster meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar makanan seperti:

  • Makanan yang diasapkan

Makanan yang diasapkan dapat mengandung senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons yang menyebabkan kanker gaster dalam penelitian pada hewan. Senyawa ini dihasilkan selama proses memasak yang dikatakan bersifat karsinogenik.

  • Ikan dan daging yang diasinkan

World Cancer Research Fund/American Institute for Cancer Research (WCRF/AICR) telah mengklasifikasikan garam sebagai salah satu faktor risiko penting kanker gaster. Konsumsi garam yang berlebihan menyebabkan peradangan kronik pada lapisan lambung sehingga terjadi penipisan yang akhirnya menjadi dasar untuk terjadinya kanker gaster. Sekitar 24% dari kasus kanker gaster di Inggris dikaitkan dengan konsumsi lebih dari 6 g garam per hari.

  • Sayur-sayuran yang diasamkan

Ini merupakan cara tradisional di mana sayur-sayuran yang lembab dimasukkan dalam kendi atau guci selama beberapa minggu atau bulan sehingga terjadi pembentukan jamur dan berpotensi menghasilkan senyawa karsinogenik seperti senyawa N-nitroso dan mycotoxin. Suatu penelitian mengatakan bahwa risiko kanker gaster 50% lebih tinggi jika dikaitkan dengan sayur-sayuran atau makanan yang diasamkan dan kaitan ini lebih kuat di Cina dan Korea.

Dalam kaitannya dengan makanan ini, yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko kanker gaster adalah menghindari makanan yang diasapkan dan diasamkan serta ikan dan daging yang diasinkan. Sebaliknya, mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran segar tampak menurunkan risiko kanker gaster. American Cancer Society merekomendasikan diet sehat yaitu konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan setiap hari serta lebih memilih roti gandum utuh, pasta, sereal, dan konsumsi ikan, unggas, atau kacang-kacangan (dibandingkan daging olahan atau daging merah).

Referensi:

  1. Latest global cancer data: Cancer burden rises to 18.1 million new cases and 9.6 million cancer deaths in 2018. IARC [Internet]. 2018 Sept 12 [cited 2018 Sept 25]. Available from: https://www.iarc.fr/wp-content/uploads/2018/09/pr263_E.pdf
  2. Yusefi AR, Lankarani KB, Bastani P, Radinmanesh M, Kavosi Z. Risk factors for gastric cancer: A systematic review. Asia Pac J Cancer Prev. 2018;19(3):591-603.
  3. Ren JS, Kamangar F, Forman D, Islami F. Pickled food and risk of gastric cancer – A systematic review and meta-analysis of English and Chinese literature. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2012;21(6):905-15.
  4. Can stomach cancer be prevented? American Cancer Society [Internet]. 2017 Dec 14 [cited 2018 Dec 24]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL