Punya pertanyaan seputar kanker ?

Bergabung dengan forum kami

MENU

Home > Panduan Nutrisi >

Mengenal Lebih Dekat Metode Skrining Kanker Kolorektal

Mengenal Lebih Dekat Metode Skrining Kanker Kolorektal

Image Source : https://kuow-prod.imgix.net

United States Preventive Task Force merekomendasikan skrining kanker kolorektal dimulai pada orang dewasa yang berusia 50-75 tahun. Keputusan untuk melakukan skrining setelah usia 75 tahun dikembalikan pada keputusan secara pribadi. Jika Anda berusia > 75 tahun, tanyakan pada dokter Anda apakah Anda perlu melakukan skrining atau tidak.

Tidak ada satu metode pengujian yang “paling baik” untuk Anda. Setiap pengujian mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai pengujian yang paling tepat untuk Anda serta seberapa sering Anda memerlukan skrining

Selalu ingat, skrining kanker kolorektal dapat menyelamatkan Anda!

Pemeriksaan feses (kotoran)

  1. Guaiac-based fecal occult blood test (gFOBT)

Pengujian ini menggunakan zat kimia guaiac untuk mendeteksi bercak darah yang tidak kasat mata pada feses (kotoran).

Persiapan yang perlu Anda lakukan

Dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan diet khusus sebelum melakukan gFOBT. Diskusikan dengan dokter Anda untuk persiapan ini.

Apa yang akan terjadi?

Anda akan mendapatkan kit pengujian dari dokter atau laboratorium. Isi kit tersebut dapat berupa stik atau sikat kecil. Anda dapat menggunakan stik atau sikat kecil untuk mendapatkan feses (kotoran) dalam jumlah kecil di rumah. Setelah itu, stik/sikat kecil tersebut dikembalikan kepada dokter atau laboratorium di mana sampel feses akan diperiksa lebih lanjut.

Frekuensi

gFOBT disarankan dilakukan setiap 1 tahun sekali. Jika terdapat sesuatu yang tidak biasa dari hasil pemeriksaan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

  1. Fecal Immunochemical test (FIT)

Pada pengujian ini menggunakan antibodi untuk mendeteksi darah pada feses (kotoran).

Persiapan yang perlu Anda lakukan

Tidak ada.

Apa yang akan terjadi?

Anda akan mendapatkan kit pengujian dari dokter atau laboratorium. Isi kit tersebut dapat berupa stik atau sikat kecil. Anda dapat menggunakan stik atau sikat kecil untuk mendapatkan feses (kotoran) dalam jumlah kecil di rumah. Setelah itu, stik/sikat kecil tersebut dikembalikan kepada dokter atau laboratorium di mana sampel feses akan diperiksa lebih lanjut.

Frekuensi

FIT disarankan dilakukan setiap 1 tahun sekali. Jika terdapat sesuatu yang tidak biasa dari hasil pemeriksaan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

  1. FIT – DNA

Pada pengujian ini mengombinasikan FIT dengan pengujian DNA pada feses (kotoran).

Persiapan yang perlu Anda lakukan

Tidak ada.

Apa yang akan terjadi?

Anda perlu menampung dan memberikan feses (kotoran) Anda ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut apakah terdapat perubahan DNA yang menunjukkan adanya kanker atau lesi pra-kanker

Frekuensi

FIT-DNA disarankan dilakukan setiap 3 tahun sekali. Jika terdapat sesuatu yang tidak biasa dari hasil pemeriksaan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan visual

  1. Flexible Sigmoidoscopy

Pemeriksaan ini dapat dikombinasikan dengan FIT

Persiapan yang perlu Anda lakukan

Dokter akan memberitahu Anda makanan apa yang perlu Anda konsumsi sebelum menjalani pemeriksaan. Satu hari sebelum pemeriksaan, Anda akan diberikan laksatif kuat dan atau enema untuk membersihkan kolon dan rektum Anda

Apa yang akan terjadi?

Pada saat pemeriksaan, dokter akan memasukkan tabung pendek, tipis, fleksibel ke dalam rektum. Dokter akan memeriksa apakah terdapat polip (benjolan) atau kanker di dalam rektum dan sebagian area kolon.

Frekuensi

Pemeriksaan ini disarankan dilakukan setiap 5 tahun, atau setiap 10 tahun bersama dengan FIT setiap tahunnya

  1. Colonoscopy

Colonoscopy juga direkomendasikan sebagai metode pemeriksaan lanjutan jika ditemukan hasil yang tidak normal/biasa ketika melakukan skrining kanker kolorektal

Persiapan yang perlu Anda lakukan

Dokter akan memberitahu Anda makanan apa yang perlu Anda hindari sebelum menjalani pemeriksaan. Dokter juga akan memastikan obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi. Satu hari sebelum pemeriksaan, Anda akan diberikan laksatif kuat dan atau enema untuk membersihkan kolon Anda.

Apa yang akan terjadi?

Anda akan menerima beberapa obat-obatan selama pemeriksaan ini untuk membuat Anda merasa lebih nyaman. Pemeriksaan ini hampir sama seperti flexible sigmoidoscopy, kecuali dalam hal ukuran tabung yang digunakan. Dokter akan memasukkan tabung yang lebih panjang, tipis, fleksibel ke dalam rektum untuk memeriksa polip atau kanker di dalam rektum dan kolon secara keseluruhan. Pada saat pemeriksaan, dokter dapat menemukan dan mengangkat polip atau jaringan abnormal untuk dilakukan biopsi.

Frekuensi

Pemeriksaan ini disarankan dilakukan setiap 10 tahun.

  1. CT Colonoscopy

Computed tomography (CT) colonoscopy, juga disebut virtual colonoscopy.

Persiapan yang perlu Anda lakukan

Dokter akan memberitahu Anda makanan apa yang perlu Anda hindari sebelum menjalani pemeriksaan. Satu hari sebelum pemeriksaan, Anda akan diberikan laksatif kuat dan atau enema untuk membersihkan kolon Anda.

Apa yang akan terjadi?

Virtual colonoscopy menggunakan sinar X dan komputer untuk menghasilkan gambar kolon secara keseluruhan. Gambar kolon akan ditampilkan pada layar komputer untuk dianalisis oleh dokter.

Frekuensi

Pemeriksaan ini disarankan dilakukan setiap 5 tahun sekali.

Referensi

Colorectal Cancer Screening Tests, Centers for Disease Control and Prevention, https://www.cdc.gov/cancer/colorectal/basic_info/screening/tests.htm

Screening tests at a-glance, Centers for Disease Control and Prevention, https://www.cdc.gov/cancer/colorectal/basic_info/screening/tests.htm

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL