Have a question about cancer?

Join With our forum

MENU

Home > Nutrition Guide >

Apakah Anda Sudah Melakukan Skrining Kanker Kolorektal?

Apakah Anda Sudah Melakukan Skrining Kanker Kolorektal?

Apa itu kanker kolorektal?

Kanker kolorektal adalah kanker yang berasal dari kolon dan/atau rektum. Kolon merupakan istilah lain dari usus besar dan rektum merupakan bagian yang menghubungkan kolon dan anus

Siapa yang berisiko kanker kolorektal?

  • Baik pria dan wanita berisiko terkena kanker kolorektal
  • Kanker kolorektal umum ditemukan pada orang berusia 50 tahun ke atas
  • Risiko kanker kolorektal meningkat seiring dengan bertambahnya usia

Skrining dapat menyelamatkan Anda!

Kanker kolorektal merupakan kanker pembunuh no. 4 di Indonesia, tetapi sebenarnya hal ini dapat kita cegah. Jika Anda berusia 50 tahun ke atas, melakukan skrining kanker kolorektal dapat menyelamatkan Anda. Bagini penjelasannya:

  • Kanker kolorektal umumnya berkembang dari polip (benjolan) yang bersifat pra-kanker pada area kolon atau rektum. Normalnya, seharusnya tidak ada polip (benjolan) pada area kolon atau rektum
  • Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa polip dapat berkembang menjadi kanker
  • Skrining dapat membantu mendeteksi polip yang bersifat pra-kanker, sehingga polip ini dapat diangkat sebelum mereka berkembang menjadi kanker
  • Skrining juga dapat membantu deteksi dini kanker kolorektal. Semakin dini kanker ditemukan, semakin dini pula kanker diterapi

Apakah Anda sedang berisiko kanker kolorektal?

Risiko kanker kolorektal Anda mungkin lebih tinggi dari rata-rata jika:

  • Anda atau kerabat dekat Anda mempunyai polip kolorektal atau kanker kolorektal
  • Anda memiliki penyakit radang usus (inflammatory bowel disease), penyakit Crohn (Crohn’s disease), atau penyakit kolitis ulseratif.
  • Anda mempunyai sindrom genetik seperti familial adenomatous polyposis (FAP) atau hereditary non-polyposis colorectal cancer

Seseorang yang mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kanker kolorektal perlu melakukan skrining lebih awal atau lebih sering dibandingkan orang lain. Bicarakan bersama dokter Anda mengenai kapan waktu terbaik untuk skrining, pengujian mana yang paling tepat untuk Anda, dan seberapa sering Anda memerlukan pengujian

Kanker kolorektal dapat berkembang tanpa memperlihatkan gejala

Polip yang bersifat pra-kanker dan stadium awal kanker kolorektal tidak selalu memperlihatkan gejala, khususnya pada awal perkembangan. Hal ini berarti seseorang dapat mempunyai polip atau kanker kolorektal tanpa mengetahuinya. Oleh karena itu, skrining sangatlah penting dilakukan

Apa tanda dan gejala kanker kolorektal?

Beberapa orang dengan polip kolorektal atau kanker kolorektal mempunyai beberapa gejala, seperti:

  • Perubahan dalam buang air besar, seperti diare, konstipasi, atau perubahan ukuran feses menjadi kecil, yang berlangsung selama beberapa hari atau lebih
  • Mengalami pergerakan usus
  • Perdarahan rektum
  • Darah pada feses (kotoran)
  • Nyeri atau sakit perut atau kram
  • Kelemahan dan lelah
  • Kehilangan berat badan dan Anda tidak mengetahui penyebabnya

Jika Anda mempunyai beberapa gejala ini, bicarakan bersama dokter Anda. Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh hal lain selain kanker.

Tipe-tipe skrining

Skrining kanker kolorektal disarankan pada orang dewasa yang berusia 45-75 tahun. Keputusan untuk melakukan skrining setelah usia 75 tahun dikembalikan pada keputusan secara pribadi. Jika Anda berusia 76-85 tahun, tanyakan pada dokter Anda apakah Anda perlu melakukan skrining atau tidak.

Beberapa metode skrining yang dapat dilakukan untuk mendeteksi polip atau kanker kolorektal adalah sebagai berikut:

Pengujian Feses (kotoran)

  • Guaiac-based fecal occult blood test (gFOBT), yaitu menggunakan zat kimia guaiac untuk mendeteksi darah para feses (kotoran). Anda dapat menggunakan stik atau sikat kecil untuk mendapatkan feses (kotoran) dalam jumlah kecil di rumah. Setelah itu, stik/sikat kecil tersebut dikembalikan kepada dokter atau laboratorium di mana sampel feses akan diperiksa lebih lanjut.
  • Fecal Immunochemical test (FIT), yaitu menggunakan antibodi untuk mendeteksi darah pada feses (kotoran). Anda akan mendapatkan kit pengujian dari dokter atau laboratorium. Pengujian ini dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti metode gFOBT.
  • Pengujian FIT-DNA (atau pengujian DNA feses), yaitu pengujian yang mengombinasikan FIT dengan pengujian DNA pada feses (kotoran).

Seberapa sering pengujian feses direkomendasikan? gBOFT dan FIT disarankan satu tahun sekali dan FIT-DNA tiga tahun sekali. Diskusikan bersama dokter Anda.

Flexible Sigmoidoscopy

Untuk pengujian ini, dokter akan memasukkan tabung pendek, tipis, fleksibel ke dalam rektum. Dokter akan memeriksa apakah terdapat polip (benjolan) atau kanker di dalam rektum dan sebagian area kolon.

Seberapa sering pengujian ini disarankan? Setiap 5 tahun sekali, dengan FIT setiap 3 tahun.

Colonoscopy

Sama seperti flexible sigmoidoscopy, dokter akan memasukkan tabung yang lebih panjang, tipis, fleksibel ke dalam rektum untuk memeriksa polip atau kanker di dalam rektum dan kolon secara keseluruhan. Pada saat pemeriksaan, dokter dapat menemukan dan mengangkat polip atau sebagian kanker. Colonoscopy juga digunakan untuk pemeriksaan lanjutan jika ditemukan kelainan pada metode skrining yang lain.

Seberapa sering pengujian ini disarankan? Setiap 10 tahun sekali

CT Colonoscopy (Virtual Colonoscopy)

Computed tomography (CT) colonoscopy, juga disebut virtual colonoscopy, menggunakan sinar X dan komputer untuk menghasilkan gambar kolon secara keseluruhan. Gambar kolon akan ditampilkan pada layar komputer untuk dianalisis oleh dokter

Seberapa sering pengujian ini disarankan? Setiap 5 tahun sekali

Pengujian apa yang paling tepat untuk Anda?

Tidak ada satu metode pengujian yang “paling baik” untuk Anda. Setiap pengujian mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Bicarakan bersama dokter Anda mengenai pengujian yang paling tepat untuk Anda serta seberapa sering Anda memerlukan skrining

Referensi

Colorectal Cancer Screening, Screen for life, National Colorectal Cancer Action Campaign, https://www.cdc.gov/cancer/colorectal/pdf/Basic_FS_Eng_Color.pdf

Indonesia, Globocan 2018, http://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL