Apa itu kanker kolorektal?
Kanker kolorektal adalah kanker yang berasal dari kolon dan/atau rektum. Kolon merupakan istilah lain dari usus besar dan rektum merupakan bagian yang menghubungkan kolon dan anus
Siapa yang berisiko kanker kolorektal?
Skrining dapat menyelamatkan Anda!
Kanker kolorektal merupakan kanker pembunuh no. 4 di Indonesia, tetapi sebenarnya hal ini dapat kita cegah. Jika Anda berusia 50 tahun ke atas, melakukan skrining kanker kolorektal dapat menyelamatkan Anda. Bagini penjelasannya:
Apakah Anda sedang berisiko kanker kolorektal?
Risiko kanker kolorektal Anda mungkin lebih tinggi dari rata-rata jika:
Seseorang yang mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kanker kolorektal perlu melakukan skrining lebih awal atau lebih sering dibandingkan orang lain. Bicarakan bersama dokter Anda mengenai kapan waktu terbaik untuk skrining, pengujian mana yang paling tepat untuk Anda, dan seberapa sering Anda memerlukan pengujian
Kanker kolorektal dapat berkembang tanpa memperlihatkan gejala
Polip yang bersifat pra-kanker dan stadium awal kanker kolorektal tidak selalu memperlihatkan gejala, khususnya pada awal perkembangan. Hal ini berarti seseorang dapat mempunyai polip atau kanker kolorektal tanpa mengetahuinya. Oleh karena itu, skrining sangatlah penting dilakukan
Apa tanda dan gejala kanker kolorektal?
Beberapa orang dengan polip kolorektal atau kanker kolorektal mempunyai beberapa gejala, seperti:
Jika Anda mempunyai beberapa gejala ini, bicarakan bersama dokter Anda. Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh hal lain selain kanker.
Tipe-tipe skrining
Skrining kanker kolorektal disarankan pada orang dewasa yang berusia 45-75 tahun. Keputusan untuk melakukan skrining setelah usia 75 tahun dikembalikan pada keputusan secara pribadi. Jika Anda berusia 76-85 tahun, tanyakan pada dokter Anda apakah Anda perlu melakukan skrining atau tidak.
Beberapa metode skrining yang dapat dilakukan untuk mendeteksi polip atau kanker kolorektal adalah sebagai berikut:
Pengujian Feses (kotoran)
Seberapa sering pengujian feses direkomendasikan? gBOFT dan FIT disarankan satu tahun sekali dan FIT-DNA tiga tahun sekali. Diskusikan bersama dokter Anda.
Flexible Sigmoidoscopy
Untuk pengujian ini, dokter akan memasukkan tabung pendek, tipis, fleksibel ke dalam rektum. Dokter akan memeriksa apakah terdapat polip (benjolan) atau kanker di dalam rektum dan sebagian area kolon.
Seberapa sering pengujian ini disarankan? Setiap 5 tahun sekali, dengan FIT setiap 3 tahun.
Colonoscopy
Sama seperti flexible sigmoidoscopy, dokter akan memasukkan tabung yang lebih panjang, tipis, fleksibel ke dalam rektum untuk memeriksa polip atau kanker di dalam rektum dan kolon secara keseluruhan. Pada saat pemeriksaan, dokter dapat menemukan dan mengangkat polip atau sebagian kanker. Colonoscopy juga digunakan untuk pemeriksaan lanjutan jika ditemukan kelainan pada metode skrining yang lain.
Seberapa sering pengujian ini disarankan? Setiap 10 tahun sekali
CT Colonoscopy (Virtual Colonoscopy)
Computed tomography (CT) colonoscopy, juga disebut virtual colonoscopy, menggunakan sinar X dan komputer untuk menghasilkan gambar kolon secara keseluruhan. Gambar kolon akan ditampilkan pada layar komputer untuk dianalisis oleh dokter
Seberapa sering pengujian ini disarankan? Setiap 5 tahun sekali
Pengujian apa yang paling tepat untuk Anda?
Tidak ada satu metode pengujian yang “paling baik” untuk Anda. Setiap pengujian mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Bicarakan bersama dokter Anda mengenai pengujian yang paling tepat untuk Anda serta seberapa sering Anda memerlukan skrining
Referensi
Colorectal Cancer Screening, Screen for life, National Colorectal Cancer Action Campaign, https://www.cdc.gov/cancer/colorectal/pdf/Basic_FS_Eng_Color.pdf
Indonesia, Globocan 2018, http://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf
Healthy Person
Healthy Person
Healthy Person
Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id
KIRIM EMAIL