Punya pertanyaan seputar kanker ?

Bergabung dengan forum kami

MENU

Home > Panduan Nutrisi >

Yuk Kenali Sindrom Hand Foot

Yuk Kenali Sindrom Hand Foot

Image Source : https://wikipedia.org 

Penyakit kanker termasuk salah satu penyakit yang masih ditakuti dan kejadiannya terus meningkat. Menurut data GLOBOCAN tahun 2018, terdapat 5 jenis kanker yang sering dijumpai di Indonesia yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati. Dalam menangani pasien kanker, terdapat beberapa terapi yang dapat diberikan pada pasien seperti pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, terapi target, imunoterapi (terapi yang menggunakan sistem pertahanan tubuh untuk menghancurkan sel kanker).

Salah satu terapi kanker, kemoterapi termasuk terapi yang sering digunakan bahkan sampai saat ini. Terapi ini dapat diberikan tunggal atau dalam bentuk kombinasi (lebih dari 1 macam obat kemoterapi) dengan cara diinjeksikan atau secara oral. Dibandingkan dengan kemoterapi injeksi, kemoterapi oral lebih nyaman untuk pasien dan memudahkan dokter untuk melakukan penyesuaian dosis jika diperlukan. Selain itu, penggunaan kemoterapi oral mengurangi waktu untuk rawat inap yang nantinya akan mengurangi biaya. Survei yang dilakukan pada pasien kanker menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker lebih menyukai kemoterapi oral dibandingkan injeksi jika efikasi terapi setara. Namun, pasien perlu diberikan edukasi lebih lanjut bahwa kemoterapi oral tidak bebas dari efek samping dan kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting bagi pasien.

Capecitabine termasuk salah satu kemoterapi yang diberikan secara oral. Capecitabine merupakan pro drug (belum aktif) yang akan menjadi aktif setelah diubah menjadi 5-fluorouracil dalam tubuh. Kemoterapi ini dapat digunakan untuk terapi kanker payudara, kanker kolorektal (usus besar), dan kanker gaster (lambung). Obat ini diberikan dengan frekuensi 2 kali sehari selama 14 hari diikuti istirahat selama 7 hari dengan dosis secara umum sebesar 1000-1250 mg/m2 untuk satu kali minum. Lama pemberian capecitabine akan ditentukan oleh dokter yang memberikan.

Efektivitas dan keamanan capecitabine telah terbukti pada pasien kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker gaster. Dalam hal keamanan, seperti yang telah disampaikan, kemoterapi oral tidak bebas dari efek samping. Salah satu efek samping yang sering dijumpai dengan capecitabine adalah sindrom hand foot. Sindrom hand foot yang dikenal juga dengan eritrodisestesia palmar plantar merupakan reaksi kulit yang terjadi ketika sejumlah obat mengalami kebocoran dan keluar dari pembuluh darah kecil yang ada di telapak tangan dan kaki. Ketika terjadi kebocoran obat dari pembuluh darah kecil, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitarnya. Sindrom hand foot dapat menimbulkan rasa nyeri dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

 Sindrom hand foot memiliki gejala seperti berikut ini:

  • Kemerahan yang menyerupai luka bakar
  • Pembengkakan
  • Merasakan sensasi seperti terbakar
  • Sensitif terhadap sentuhan
  • Penebalan kulit dan lepuh pada telapak tangan dan kaki

 Gejala yang lebih berat dari sindrom hand foot adalah:

  • Kulit retak-retak atau mengelupas
  • Timbul lepuh dan ulkus pada kulit
  • Nyeri berat
  • Kesulitan dalam berjalan atau menggunakan tangan

Tidak semua orang yang mendapat capecitabine mengalami sindrom hand foot. Tingkat keparahan sindrom hand foot dapat berbeda satu sama lain. Bahkan bagi orang yang mendapat obat yang sama untuk kanker yang serupa tidak memiliki gejala yang sama.

Sindrom hand foot umumnya dapat dijumpai setelah 2-3 bulan pengobatan. Jika Anda memperhatikan adanya tanda-tanda awal sindrom hand foot atau perburukan gejala, segera hubungi dokter yang merawat Anda untuk tindak lanjutnya. Berikut ini adalah tips yang dapat membantu Anda mencegah sindrom hand foot:

  • Membatasi menggunakan air panas pada tangan dan kaki saat mencuci atau mandi.
  • Mendinginkan tangan dan kaki dengan menggunakan ice pack, air mengalir, atau handuk basah selama 15-20 menit. Hindari menggunakan es secara langsung pada kulit.
  • Menghindari sumber panas, seperti sauna, terpajan sinar matahari, atau duduk di depan jendela di mana sinar matahari dapat masuk.
  • Menghindari aktivitas yang menimbulkan tekanan atau gesekan pada tangan dan kaki, misalnya menggunakan peralatan pertukangan/berkebun, jogging, senam aerobik, berjalan jarak jauh.
  • Menghindari kontak dengan bahan-bahan kimia untuk produk pembersih rumah tangga.
  • Mengoleskan krim perawatan kulit secara lembut untuk menjaga kelembaban kulit tangan dan kaki. Hindari menggosok atau mengurut dengan pelembab pada tangan dan kaki.
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman dengan ventilasi yang baik.

Jika terjadi sindrom hand foot walaupun telah dilakukan upaya-upaya pencegahan, maka dokter akan mengatasi gejala yang telah ada, mengurangi komplikasi, dan mencegah perburukan gejala. Intervensi yang dilakukan oleh dokter adalah menurunkan dosis kemoterapi berikutnya setelah kondisi saat ini tertangani dengan baik. Terapi yang diberikan oleh dokter dapat berupa:

  • Vitamin B6
  • Penghambat cyclo-oxygenase-2 (contohnya celecoxib)
  • Urea topikal (krim untuk melembabkan)
  • Emolien (untuk melembabkan dan mempertahankan hidrasi)
  • Corticosteroid topikal (sebagai anti-inflamasi)

Sindrom hand foot termasuk salah satu efek samping dari obat kemoterapi oral capecitabine yang sering digunakan untuk kanker payudara dan kanker kolorektal. Efek samping ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien. Upaya-upaya pencegahan menjadi penting untuk dilakukan namun jika mengalami efek samping tersebut, segera hubungi dokter Anda untuk penanganan lebih lanjut.

 Referensi:

  1. Globocan 2018. International Agency for Research on Cancer. 2019 [cited 2019 June 9]. Available from: http://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf
  2. Cardoso F, Colleoni M, Di Leo A, Francia G, Gennari A, Gligorov J, et al. Oral chemotherapy in advanced breast cancer: Expert perspectives on its role in clinical practice. Cancer Treatment Communications 2016;651:S1-10.
  3. Taceral [package insert]. Jakarta, Indonesia: PT Kalbe Farma Tbk; 2017.
  4. Hand-foot syndrome or palmar-plantar erythrodysesthesia. Cancer.Net [Internet]. 2017 [cited 2019 July 28]. Available from: https://www.cancer.net/coping-with-cancer/physical-emotional-and-social-effects-cancer/managing-physical-side-effects/hand-foot-syndrome-or-palmar-plantar-erythrodysesthesia
  5. Hand-foot syndrome (HFS) or palmar-plantar erythrodysesthesia (PPE). Breastcancer.org [Internet]. 2019 Apr 23 [cited 2019 July 28]. Available from: https://www.breastcancer.org/treatment/side_effects/hand_foot_synd
  6. Conway JR. Prevention and management of hand-foot syndrome. Oncology Nurse Advisor [Internet]. 2010 July 15 [cited 2019 July 28]. Available from: https://www.oncologynurseadvisor.com/home/departments/ce-courses/prevention-and-management-of-hand-foot-syndromes/

ICCC HELPLINE

Bersama kita berjuang melawan kanker. Hubungi kami di +6281 117 117 98 atau info@iccc.id

KIRIM EMAIL