WARRIOR tidak berjuang sendiri. Hal apa saja yang dapat dilakukan dan perlu dipersiapkan oleh seorang WARRIOR?
Ketika umur Anda memasuki 60an, masalah kesehatan kerap muncul selain kanker. Hal yang muncul biasanya berada dalam jangka waktu yang lama atau termasuk dalam kategori kronis. Masalah kesehatan yang sering muncul seperti:
Stadium akhir menandakan bahwa kanker Anda sudah menyebar ke organ-organ lain. Ketika Anda berada pada posisi ini, harapan untuk bebas dari kanker semakin kecil. Walaupun demikian, dokter tetap berusaha untuk memberikan terapi untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik pada Anda. Pengobatan yang dijalani juga beragam tergantung pada jenis kankernya. Hal yang mempengaruhi pengobatan adalah usia Anda, kondisi kesehatan secara keseluruhan, terapi yang pernah dijalani sebelumnya. Pengobatan yang dapat dijalani untuk kanker stadium akhir berupa:
Stres merupakan gangguan mental yang dapat dialami oleh setiap orang ketika mendapat banyak tekanan dari berbagai hal. Stres dapat memicu timbulnya beberapa penyakit. Seseorang yang mudah mengalami stres karena hal-hal kecil sangat dianjurkan untuk melakukan manajemen stres. Dalam hal ini, seorang warrior termasuk dalam kelompok orang yang dapat mengalami stres dan perlu melakukan manajemen stres.
Situasi yang ditakuti adalah ketika Anda sedang menunggu di ruangan dokter setelah melakukan medical check-up dan mendengan kata “kanker”. Kebanyakan orang akan menjadi terdiam untuk beberapa saat dan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Perubahan tentu akan terjadi pada hidup Anda seketika. Mungkin akan banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran Anda saat itu seperti, bisakah kanker disembuhkan, apa pengobatan terbaik dan berapa lama pengobatannya, haruskah dirawat inap, apakah bisa tetap bekerja, dan yang paling menjadi kekhawatiran adalah berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan.
Tidak semua orang akan merasakan perubahan terhadap hasrat seksualnya. Ada yang merasa kehilangan hasrat seksualnya, ada pula yang hasrat seksualnya semakin meningkat. Beberapa terapi yang dilakukan dapat membuat Anda kehilangan kemampuan untuk memiliki hasrat seksual. Hal yang mempengaruhi hasrat seksual Anda seperti: • Kemampuan secara fisik untuk menerima atau melepaskan hasrat seksual • Pikiran dan perasaan diri Anda terhadap tubuh Anda • Emosi Anda misalnya takut, sedih, marah dan bahagia • Hubungan yang Anda miliki dan peran Anda
Seseorang yang sedang berhadapan dengan hal yang menyangkut kesehatan dirinya cenderung akan mengalami perubahan emosi yang luar biasa. Terutama bila hal kesehatan yang dimaksud ialah berkaitan dengan kanker, baik selama menjalani terapi atau setelah terapi. Selain perubahan emosi akan terjadi pula perubahan fisik pada warrior akibat dari efek samping pengobatan yang dilakukan. Merupakan hal yang normal apabila seorang warrior takut dan khawatir untuk kembali melakukan suatu hubungan yang serius, kekhawatiran tersebut harus Anda buang jauh – jauh untuk membangun suatu hubungan yang serius ke depannya.
Kesuburan merupakan salah satu pertanda apakah nantinya bisa memiliki buah hati atau tidak. Ketika seseorang melakukan terapi kanker banyak sekali kecemasan yang timbul, diantaranya ialah kemampuan untuk memiliki seorang anak. Tidak sedikit yang meragukan dirinya sendiri akan kemampuan melakukan hal itu ketika terapi berlangsung. Hal ini membuat seorang warrior yang memilki impian untuk mempunyai seorang anak menjadi pupus.
Bekerja menjadi suatu hal yang membuat seorang warrior bingung. Harus melepas pekerjaan dan fokus terhadap pengobatan atau tetap menjalani pekerjaan yang sedang ditempuh sambil menerima pengobatan? Banyak hal yang akan menjadi pertimbangan Anda dalam memilih keputusan tersebut.
Munculnya kanker selama masa kehamilan merupakan hal yang jarang terjadi. Kanker yang muncul juga jarang akan mempengaruhi bayi dalam kandungan secara langsung. Kejadian seperti ini akan membuat Anda dan tim kesehatan Anda berada pada situasi yang rumit. Bayi dalam kandungan dan kondisi kesehatan Anda menjadi prioritas utama dalam penanganan kesehatan Anda. Oleh karena itu, Anda perlu konsultasikan kondisi seperti ini kepada dokter atau tim kesehatan yang sudah pernah menangani kasus yang sama atau serupa.